Wednesday, October 7, 2009

Lelaki, anaknya dan Bakul Raga



Kisah ini saya baca pada sekolah rendah dahulu. Seorang lelaki miskin dan anaknya serta ayahnya yang sudah terlalu uzur tinggal disebuah rumah usang. Suatu hari, si ayah sudah tidak mampu menanggung ayah yang sudah uzur kemudan membuat raga. Apabila ditanya oleh anaknya apa yang dia lakukan, dia berkata:

“Ayah nak membuat raga nie untuk memikul atuk dan meletakkan di tepi hutan. Ayah dah tidak mampu lagi menjaganya. Biarlah hutan tersebut menentukan hidup dan matinya.”

Setelah siap raga tersebut, ayahnya pun meletakkan datuk yang tua tadi ke dalam raga dan bersedia hendak ke hutan. Sebaik sahaja dia mengangkat raga dan bersedia untuk pergi, anaknya yang masih kecil tersebut berkata:

“ayah, jangan lupa bawa raga tu balik nanti.” Ayahnya pelik dan bertanya:

“Kenapa?”

“Yelah, nanti, kalau ayah dah tua, dan saya nak pakai raga nak letak ayah tepi hutan, tak payahlah saya buat raga baru”

Ayahnya terdiam….

MORAL OF THE STORY: “anak-anak” kita belajar dan mengamalkan apa yang dia lihat dari “ayah-ayah” mereka. Kalau kita minta ketaatan dari mereka, tidak pelik suatu hari nanti mereka berkata: “Kenapa aku perlu taat kepada kau, sedangkan kau dahulunya tidak taat kepada pimpinanmu”

just some points to ponder.

No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget
There was an error in this gadget